Di Kampung Batik Laweyan Pelaku Ekraf Kaltim Terpesona
Hudoq saat tampil di Car Free Day Solo. Antusias masyarakat Solo saat melihat Hudoq.
KAMPUNG batik Laweyan Solo, yang menjadi salah satu tempat destinasi wisata, sepertinya wajib untuk dikunjungi, karena kampung tersebut juga menjadi salah satu ikon kota Solo.
Kampung tersebut, merupakan kampung sentra produksi batik dan kampung itu berkibar sejak Presiden RI, Joko Widodo menjadi Walikota Solo di tahun 2004 lalu. Hingga kini kampung Batik Laweyan berkembang pesat dan hampir semua wilayah di kampung itu mengusahakan produk batik, dari kelas printing, cap maupun batik tulis. Dan hasil produk Kampung Batik Laweyan melanglang tidak hanya di Indonesia, melainkan juga di dunia. Kondisi yang demikian itulah yang membuat Dispar Kaltim, mengajak pelaku usaha ekonomi kreatif di Kaltim berkunjung dan belajar soal batik membatik, apalagi daerah danau Melintang dan Semayang akan dijadikan obyek destinasi wisata unggulan di Kaltim.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim Achmad Herwansyah, dalam berbagai kesempatan selalu mengingatkan akan pentingnya ekonomi kreatif tumbuh dan berkembang di Kaltim.
"Tantangan untuk menjadikan sebuah tempat atau wilayah menjadi daerah ekonomi kreatif, tidaklah mudah, namun tantangan itu harus dijawab. Karena itu Dinas Pariwisata tidak bosan-bosannya mengajak masyarakat untuk berbuat mengembangkan ekonomi kreatif, karena ekonomi kreatif bisa membawa perubahan dalam hidup kehidupan yang sejahtera dan nenciptakan lapangan pekerjaan" kata Achmad Herwansyah, di Solo (3/11) saat membawa pelaku ekonomi kreatif Kaltim mengunjungi Kampung Batik Laweyan Solo.
Ditekankan Achmad Herwansyah, keberadaan pelaku usaha Kaltim di Laweyan menjadi ajang untuk belajar dan saling tukar pengalaman.
"Diharapkan dengan hadirnya mereka di Laweyan, mereka bisa mengambil ilmu dan mengembangkannya setelah berada di daerahnya masing-masing. Saya percaya bahwa ekonomi kreatif di Kaltim akan berkembang pesat di Kaltim dan muaranya bisa meningkatkan pendapatan asli daerah," ungkap Erwan panggilan akrab Achmad Herwansyah yang baru 4 bulan menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kaltim.
Perjuangan berat Dinas Pariwisata Kaltim untuk mengangkat dan meningkatkan hidup kehidupan masyarakat pelaku dunia usaha ekonomi kreatif, tidaklah mudah, namun tantangan itu dijawab oleh seluruh aparatur sipil di lingkungan Dinas Pariwisata Kaltim, seluruh ASN yang di Dispar bergandengan tangan, menyatukan pikiran dan jiwa membawa pelaku usaha ekonomi kreatif, maju dalam berkarya dan hidup dalam tatanan yang sejahtera dan makmur.(hoesin kh)